Tag Archive: Santri


Kelas 4A

Pelangi Hysteria….

Berawal dari peristiwa sebelum rihlah, wakil ketua kelas yang bernama Anisa Istiqomah atau orang sering memanggilnya Istiq sedangkan di rumah ia biasa dipanggil Annisa mengusulkan ide yang cemerlang untuk membuat rasa persatuan kelas menambah kuat, yaitu dengan mengajukan diadakannya SR (Sahabat Rihlah). Aturannya adalah setiap pasangan harus berlomba-lomba untuk menjadi pasangan terso-sweet atau terkompak, hal yang pertama dilakukan Istiq adalah menulis nama semua anak cewek di bukunya dengan nomor kemudian Istiq meminta masing-masing dari anak cowok untuk memilih nomor , setelah itu Istiq membacakan hasil dari pilihan anak cowok yaitu sebagai berikut:

· Romli & Istiq

· Harry & Elna

· Edo & Gholi

· Zaka & Atul

· Omen & Ulfah

· Ichi & Tsa2

· Zaki & Hanthal

· Krezno & Dephe

· Iqbal & Nur

· Iip & Gita

· Ardhi & Ain

· Iskandar & Windy

· Rayi & Sri

· Jamal & Cintiadi

· Ali & Mutoharoh

Baca lebih lanjut

Daar el Qolam 2

Karekteristik Pondok Pesantren Daar el-Qolam

Pondok Pesantren Daar el-Qolam adalah salah satu jenis pondok pesantren yang mengembangkan sistem pendidikan pondok modern (khalaf). Para santri selain dididik dan diajarkan ilmu pengetahuan agama, juga dibekali ilmu-ilmu pengetahuan umum yang menggunakan sistem dan kurikulum sekolah. Yang lebih penting dari itu adalah penanaman disiplin hidup dan disiplin dalam beribadah. Dengan demikian para santri diharapkan mempunyai wawasan dan pengetahuan yang seimbang antara ukhrawi dan duniawinya.

Baca lebih lanjut

P6130111_1024x768

Assalamualaikum

Ada yang pernah bertanya-tanya “Untuk Apa kita mendaki ???”

Ini jawaban saya :

Baca lebih lanjut

My Contact Profile

Contact me @

WordPress

Facebook

Twitter

Google +

Youtube

4shared

About.me

Gravatar

Linkedin

 

Email me @

 

kfajri95.alc@gmail.com

fajry_dzhilly@hotmail.com

fajry_dzhilly@yahoo.com

 

Gintung – Hari ini, Pondok Pesantren Daar el-Qolam 2 meluluskan 164 santri angkatan ke-6, yang dikenal sebagai “Life Generation”. Angkatan ini adalah angkatan yang keempat yang di-wisuda secara sendiri di Daar el-Qolam, mengingat Angkatan Pertama “Rising Generation (2008)” dan Angkatan Kedua “Star Generation (2009)” masih tergabung di Daar el-Qolam 1 acaranya. Acara yang dimulai pada pukul 8:30 Waktu Setempat ini disambut cukup meriah oleh para santri, wali santri, dan tentunya beberapa rekan alumni yang juga melihat bagaimana adik-adik kelas mereka menjadi alumni.

Penobatan Best of the Best

Sebelum acara utama Haflatuttakhrij dan Khutbatul Wada dilaksanakan, sudah menjadi sunnah di Pondok Pesantren Daar el-Qolam 2 untuk menobatkan beberapa santri yang berprestasi di bidang non-akademis, seperti prestasi sebagai “Imam terbaik”, hingga santri yang dianggap paling sabar. Berikut adalah nama-nama yang dinobatkan menjadi Sang Terbaik di antara Angkatan ke-6.

1. Ali Husein Mubarok (L) dan Malpha Della Talitha (P), sebagai “The Most Disciplined Student”, karena dikenal baik oleh kawan-kawannya dan dewan guru sebagai orang yang relatif jarang melanggar peraturan yang ada.

2. Rayi Setiadi Putra dan Aulia Rahmah, sebagai “The Most Patient Student”, dianggap sebagai santriwan paling penyabar di antara seluruh angkatan ke-6.

3. Dede Rahmatullah dan Hanna Talitha Argani, sebagai “The Most Creative Student”, dianggap kreativitasnya paling tinggi di antara seluruh angkatan ke-6.

4. Gilang Raka Yanuarida dan Aulia Rahmah, sebagai “The Most Friendly Student”, dianggap paling bersahabat dengan siapa saja di antara seluruh angkatan ke-6.

5. Fauzi Ahmad Syahreza dan Ghoida Gholiyah, sebagai “The Best Imam”, karena kemampuannya menjadi imam dianggap yang terbaik di antara seluruh angkatan ke-6.

Baca lebih lanjut

Candaan Keterlaluan

Bercanda, hal yang pernah dilakukan oleh setiap orang di dalam kehidupannya , baik itu anak-anak maupun orang tua. Hidup tanpa bercanda tak asyik, tak berwarna hidup ini. Begitulah pendapat para masyarakat terhadap hal tersebut dan tak jauh dari pendapat anak kelas X.A . Aku adalah salah seorang anggota kelas X.A, setiap harinya kuwarnai hari-hariku di dalam kelas bersama teman-temanku dengan keseriusan dalam belajar, candaan, dan tawaan. Karena candaan adalah salah satu cara untuk menghilangkan kebosanan kami dalam memahami setiap pelajaran yang ada. Walaupun candaan suatu hal yang halal untuk dilakukan tapi kami terkadang menyalahgunakan hal tersebut atau bisa saja aku katakan keterlaluan.

Candaan yang kami buat terkadang membuat keadaan kelas menjadi kacau-balau, berisik, berkelahi, saling ejek-mengejek, adu mulut dan lain-lain. Kadang membuat diantara kami kesal dengan perbuatan kami atau tak sedikit para dewan guru bahkan wali kelas pun jengkel dan kesal terhadap kelas X.A. Wali kelas kami marah dan jengkel terhadap kami karena mendengar laporan dari beberapa dewan guru tentang kami ketika mengikuti pelajaran.

Baca lebih lanjut

Your excellencies The Jourist of English Speech Contest

Dear honored all my lovely audiences

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

In the name of Allah, the beneficent and the merciful god. All praises be to Allah for he has bestowed us abundant mercies. So due to those we are able to attend this peaceful meeting.

Furthermore, we are as muslim, let’s send our peace and salutation to our noble character. He is an idol all of muslim, But he is not an actor too. He is our prophet Muhammad SAW. He is Allah’s messenger who has brought us from the darkness into the lightness of Islam.

Well, before I’m going to deliver my speech allow me please to introduce myself in front of you all. My name is Khairul Fajri Syadzilli as the delegation of Daar el Qolam. I never forget to thank the jourist who has given me the opportunity so that I can deliver my speech in front of you all. I desire to preach a sermon under the title:

Baca lebih lanjut

PMB (Panitia Makan Baso)

Tengah hari ini, pondok pesantren seakan membara. Matahari berpijar di tengah-tengah petala langit seumpama lidah api yang menjulur dan menjilat-menjilat bumi. Tapi, semua itu tidak membuatku malas untuk masuk kelas karena aku harus belajar, apalagi sekarang jam pelajaran kelima . Waktu sebentar lagi untuk beristirahat.

Ketika aku melangkah ke kelasku yang berada di ujung Ulul Albab 201. Terdengarlah suara yang sudah akrab di telinga memanggil ku, saat ku menoleh benar juga, si pemilik suara itu, Ain, sahabatku. Dia berteriak memanggilku dengan suara yang lantang .

“Atul, kita makan yuk aku lapar banget nih! seru Ain

“Ayo! Aku mengiakan ajakannya. Aku juga lapar banget nih tapi kita tunggu saja sampai makan siang sedikit lagi juga pulang”. Di tengah-tengah pelajaran, Mutoharoh menyebarkan selembar kertas yang berisi pengumuman ajakan.

Baca lebih lanjut

Foto Presiden

Jam pelajaran ke-6, jam pelajaran yang begitu membosankan bagiku. Jam pelajaran tepat pada pukul 14.00 WIB, siang yang cukup membakar. Badanku terasa disengat bara api yang begitu panasnya. Siang ini matahari menumpahkan tenaganya yang maha dahsyat. Namun tak sedikit pun menghalangi langkahku menelusuri koridor-koridor kelasku. Kuhempaskan badanku yang terasa terbakar, cucuran keringat membanjiri tubuhku hingga kukipas-kipas bukuku. Hem, segar!

Entah berapa lama tanganku terus mengibas-ngibaskan buku pelajaranku ini. Sampaiku terhenti saat mataku terpaku pada sebuah bingkai foto yang terpampang di dinding kelasku. Foto yang seakan-akan tersenyum padaku. Kutatap semakin jelas senyum itu seolah padaku. Aku merasakan sesuatu yang aneh padaku. Aku merasa damai dan sejuk ketika kutatap foto itu. Suhu ruang kelasku yang tadi terasa panas kini berubah dingin dan sejuk.

Baca lebih lanjut

Depresi Murid X.A

” Hua…” salah satu murid X.A menguap karena rasa kantuk yang amat sangat.

” Tidur yuk, tidur…” kata kami serempak.

Hari kamis memang hari yang membosankan, capek dech rasanya. Ah…! pokoknya gak enak dech. Apalagi kalo udah ketemu pelajaran yang gak mengasyikan, batinku dalam hati.

###

Semilir angin yang masuk melalui celah-celah ventilasi memanjakan mataku hingga tertutup rapat. Gorden di jendela pun ditutup hingga ruangan gelap gulita. Karena memang biasanya pelajaran Fisika belajar menggunakan fasilitas LCD dan laptop, jadi agar pelajaran terlihat lebih jelas, gorden harus tertutup rapat.

Guru fisika, Pak Ismu, memasuki kelas dengan langkah semangat 45. Berbanding terbalik dengan keadaan kelasku, murid X.A, tak ada diantara mereka yang tak merasakan kantuk dan malas untuk memulai pelajaran.

” Ya, sekarang ambil laptopnya!” Perintah Pak Ismu menyuruh murid bernama Mutho mengambil laptop.

” Maaf, Pak! Laptop saya sedang di-install.” kata Mutho jujur.
Baca lebih lanjut