Tag Archive: Renungan


Life is Life

Pernahkah anda bertanya-tanya “apa sih arti hidup itu ??”, “untuk apa sih kita dihidupkan???” dan lain sebagainya.

banyak pengertian-pengertian tentang hidup (LIFE), ada yang bilang bahwa

1. Hidup itu Indah

2. Hidup itu Pilihan

3. Hidup itu Misteri

4. Hidup itu Masalah

5. Hidup itu seperti permainan Catur

6. Hidup itu seperti bermain Puzzle

7. Life is Never Flat

Baca lebih lanjut

It’s NOW or NEVER, inilah sebuah kata yang ada dalam lirik lagu Bon Jovi yang berjudul It’s My Life, pasti kita semua sudah mengetahui arti dari kata tersebut “SEKARANG atau TIDAK SAMA SEKALI”,,

Saya ingin bertanya : “apakah teman2 semua mempunyai suatu keinginan yang sangat besar?”, “apakah teman2 mempunyai cita2 yang tinggi?”, pasti jawaban teman semua IYA,, Sebuah kebohongan besar jika ada orang yang tidak mempunyai keinginan, walaupun semua orang mempunyai keinginan yang berbeda-beda tetapi ada satu yang semua orang inginkan yaitu kebahagiaan di akhirat.

Baca lebih lanjut

Adakah cinta sejati,selain cintanya seorang Ibu kepada anaknya ?

Sewaktu masih kecil, aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya. Ia selalu menyuruhku mengerjakan tugas-tugas seperti menyapu lantai dan mengepelnya setiap pagi dan sore. Setiap hari, aku ‘dipaksa’ membantunya memasak di pagi buta sebelum ayah dan adik-adikku bangun. Bahkan sehabis makan, akupun harus mencucinya sendiri juga piring bekas masak dan makan yang lain. Tidak jarang aku merasa kesal dengan semua beban yang diberikannya hingga setiap kali mengerjakannya aku selalu bersunggut-sungut.

Kini aku telah dewasa, aku mengerti kenapa dulu ia melakukan itu semua. Karena aku juga akan menjadi seorang isteri dari suamiku, ibu dari anak-anakku yang tidak akan pernah lepas dari semua pekerjaan masa kecilku dulu. Terima kasih Ibu, karena engkau aku menjadi isteri yang baik dari suamiku dan Ibu yang dibanggakan oleh anak-anakku.

Saat pertama kali aku masuk sekolah di Taman Kanak-kanak, Ia yang mengantarku hingga masuk kedalam kelas. Dengan sabar pula ia menunggu. Sesekali kulihat dari Jendela kelas, ia masih duduk di seberang sana. Aku tak peduli dengan setumpuk pekerjaannya di rumah, dengan rasa kantuk yang menderanya, baik panas terik matahari maupun hujan. Juga rasa jenuh dan bosannya menunggu. Yang penting aku senang ia menungguiku sampai bel sekolah berbunyi.

Kini, setelah aku besar, aku malah sering meninggalkannya, Bermain bersama teman-teman, bepergian. Tak pernah aku menungguinya ketika ia sakit, ketika ia membutuhkan pertolonganku disaat tubuhnya melemah. Saat aku menjadi orang dewasa, Aku meninggalkannya karena tuntutan rumah tangga.

Baca lebih lanjut

Cerita Pendek (cerpen) Burung

Kisah Dari Negeri Burung

Alkisah di suatu negeri burung, tinggallah bermacam-macam keluarga burung. Mulai dari yang kecil hingga yang besar. Mulai dari yang bersuara lembut hingga yang bersuara menggelegar. Mereka tinggal di suatu pulau nan jauh di balik bukit pegunungan. Sebenarnya selain jenis burung masih ada hewan lain yang hidup di sana. Namun sesuai namanya negeri burung, yang berkuasa dari kelompok burung.

Semua jenis burung ganas, seperti, burung pemakan bangkai, burung Kondor, burung elang dan rajawali adalah para penjaga yang bertugas melindungi dan menjaga keselamatan penghung negeri burung. Burung-burung kecil bersuara merdu, bertugas sebagai penghibur. Kicau mereka selalu terdengar sepanjang hari, selaras dengan desau angin dan gesekan daun. Burung-burung berbulu warna warni, pemberi keindahan. Mereka bertugas bekeliling negri melebarkan sayapnya, agar warna-warni bulunya terlihat semua penghuni. Keindahan warnanya menimbulkan kegembiraan. Dan rasa gembira bisa menular bagai virus, sehingga semua penghuni merasa senang.

Pada suatu ketika, seekor induk elang tengah mengerami telur-telurnya. Setiap pagi elang jantan datang membawa makanan untuk induk elang. Akhirnya, di satu pagi musim dingin telur-telur mulai menetas. Ada 3 anak elang yang nampak kuat berdiri. Dua anak elang hanya mampu mengeluarkan kepalanya dari cangkang telur harus berakhir dalam paruh sang ayah. Dengan tangkas, elang jantan mengoyak cangkang telur lalu mematuk-matuk calon anak yang tak jadi. Perlahan-lahan sang induk memberikan potongan-potongan tubuh anaknya ke dalam paruh mungil anak-anak elang.
Baca lebih lanjut