Tag Archive: Life Generation


Kelas 4A

Pelangi Hysteria….

Berawal dari peristiwa sebelum rihlah, wakil ketua kelas yang bernama Anisa Istiqomah atau orang sering memanggilnya Istiq sedangkan di rumah ia biasa dipanggil Annisa mengusulkan ide yang cemerlang untuk membuat rasa persatuan kelas menambah kuat, yaitu dengan mengajukan diadakannya SR (Sahabat Rihlah). Aturannya adalah setiap pasangan harus berlomba-lomba untuk menjadi pasangan terso-sweet atau terkompak, hal yang pertama dilakukan Istiq adalah menulis nama semua anak cewek di bukunya dengan nomor kemudian Istiq meminta masing-masing dari anak cowok untuk memilih nomor , setelah itu Istiq membacakan hasil dari pilihan anak cowok yaitu sebagai berikut:

· Romli & Istiq

· Harry & Elna

· Edo & Gholi

· Zaka & Atul

· Omen & Ulfah

· Ichi & Tsa2

· Zaki & Hanthal

· Krezno & Dephe

· Iqbal & Nur

· Iip & Gita

· Ardhi & Ain

· Iskandar & Windy

· Rayi & Sri

· Jamal & Cintiadi

· Ali & Mutoharoh

Baca lebih lanjut

Iklan

My Hope for My Generation

Logo itu simpel yang penting bermakna, dari sebuah makna itu ada sebuah Do’a dan Harapan.

Bunga, mengapa harus bunga??? karena bunga adalah simbol keindahan hidup. bayangkan jikalau Allah tidak menciptakan bunga di kehidupan ini…!

Edelweiss, Bunga yang di jadikan sebuah simbol, doa dan harapan angkatan 6 Ponpes Daar el Qolam 2 (Life Generation) ini… dengan lambang ini saya berharap dan saya berdoa agar angkatan ke 6 ini bisa menjadi/tumbuh seperti bunga edelweiss, dimana orang-orang akan mencarinya karena keharuman dan keindahannya.

Baca lebih lanjut

2 Konfigurasi full

LIFE – GENERATION

LIFE               : Hidup, kehidupan, semangat, jiwa, hayat, dan penggerak.

LENIENT        : toleransi, ramah, lemah lembut.

LEARNERS     : santri, murid, penuntut ilmu (tullab).

INSPIRED      : yang bersemangat, yang membangkitkan semangat.

FAITHFUL     : beriman, setia.

EDUCATED    : terpelajar, berpendidikan.

Digabungkan

(LENIENT LEARNERS INSPIRED FAITHFUL AND EDUCATED)

Baca lebih lanjut

12 Life Generation

Keindahan akan terasa ketika sebuah perjalanan panjang yang diliputi oleh senyum dan kebahagiaan kini pergi dan menjauh. Jumat, 5 Agustus 2011, dalam bulan suci di saat berpuasa menjadi sebuah kewajiban. Di saat seluruh santri larut dalam kesendiriannya, di saat mereka termenung dalam doa-doanya, dan di saat mereka terlarut dalam mimpinya, kami sebagai bagian dari angkatan 6 Excellent Class menyatukan tekad dan ambisi untuk berkumpul dan bermusyawarah demi tecapainya kesatuan dan keutuhan angkatan kami; menentukan nama angkatan kami. Kami sepakat untuk berkumpul di gedung Ulul Albab lantai 1.

Baca lebih lanjut

107 Lagu Wisuda

 

Lagu Perpisahan Angkatan ke 6 (LIFE GENERATION)

Pondok Pesantren Daar el Qolam

Baca lebih lanjut

Gintung – Hari ini, Pondok Pesantren Daar el-Qolam 2 meluluskan 164 santri angkatan ke-6, yang dikenal sebagai “Life Generation”. Angkatan ini adalah angkatan yang keempat yang di-wisuda secara sendiri di Daar el-Qolam, mengingat Angkatan Pertama “Rising Generation (2008)” dan Angkatan Kedua “Star Generation (2009)” masih tergabung di Daar el-Qolam 1 acaranya. Acara yang dimulai pada pukul 8:30 Waktu Setempat ini disambut cukup meriah oleh para santri, wali santri, dan tentunya beberapa rekan alumni yang juga melihat bagaimana adik-adik kelas mereka menjadi alumni.

Penobatan Best of the Best

Sebelum acara utama Haflatuttakhrij dan Khutbatul Wada dilaksanakan, sudah menjadi sunnah di Pondok Pesantren Daar el-Qolam 2 untuk menobatkan beberapa santri yang berprestasi di bidang non-akademis, seperti prestasi sebagai “Imam terbaik”, hingga santri yang dianggap paling sabar. Berikut adalah nama-nama yang dinobatkan menjadi Sang Terbaik di antara Angkatan ke-6.

1. Ali Husein Mubarok (L) dan Malpha Della Talitha (P), sebagai “The Most Disciplined Student”, karena dikenal baik oleh kawan-kawannya dan dewan guru sebagai orang yang relatif jarang melanggar peraturan yang ada.

2. Rayi Setiadi Putra dan Aulia Rahmah, sebagai “The Most Patient Student”, dianggap sebagai santriwan paling penyabar di antara seluruh angkatan ke-6.

3. Dede Rahmatullah dan Hanna Talitha Argani, sebagai “The Most Creative Student”, dianggap kreativitasnya paling tinggi di antara seluruh angkatan ke-6.

4. Gilang Raka Yanuarida dan Aulia Rahmah, sebagai “The Most Friendly Student”, dianggap paling bersahabat dengan siapa saja di antara seluruh angkatan ke-6.

5. Fauzi Ahmad Syahreza dan Ghoida Gholiyah, sebagai “The Best Imam”, karena kemampuannya menjadi imam dianggap yang terbaik di antara seluruh angkatan ke-6.

Baca lebih lanjut

Candaan Keterlaluan

Bercanda, hal yang pernah dilakukan oleh setiap orang di dalam kehidupannya , baik itu anak-anak maupun orang tua. Hidup tanpa bercanda tak asyik, tak berwarna hidup ini. Begitulah pendapat para masyarakat terhadap hal tersebut dan tak jauh dari pendapat anak kelas X.A . Aku adalah salah seorang anggota kelas X.A, setiap harinya kuwarnai hari-hariku di dalam kelas bersama teman-temanku dengan keseriusan dalam belajar, candaan, dan tawaan. Karena candaan adalah salah satu cara untuk menghilangkan kebosanan kami dalam memahami setiap pelajaran yang ada. Walaupun candaan suatu hal yang halal untuk dilakukan tapi kami terkadang menyalahgunakan hal tersebut atau bisa saja aku katakan keterlaluan.

Candaan yang kami buat terkadang membuat keadaan kelas menjadi kacau-balau, berisik, berkelahi, saling ejek-mengejek, adu mulut dan lain-lain. Kadang membuat diantara kami kesal dengan perbuatan kami atau tak sedikit para dewan guru bahkan wali kelas pun jengkel dan kesal terhadap kelas X.A. Wali kelas kami marah dan jengkel terhadap kami karena mendengar laporan dari beberapa dewan guru tentang kami ketika mengikuti pelajaran.

Baca lebih lanjut

PMB (Panitia Makan Baso)

Tengah hari ini, pondok pesantren seakan membara. Matahari berpijar di tengah-tengah petala langit seumpama lidah api yang menjulur dan menjilat-menjilat bumi. Tapi, semua itu tidak membuatku malas untuk masuk kelas karena aku harus belajar, apalagi sekarang jam pelajaran kelima . Waktu sebentar lagi untuk beristirahat.

Ketika aku melangkah ke kelasku yang berada di ujung Ulul Albab 201. Terdengarlah suara yang sudah akrab di telinga memanggil ku, saat ku menoleh benar juga, si pemilik suara itu, Ain, sahabatku. Dia berteriak memanggilku dengan suara yang lantang .

“Atul, kita makan yuk aku lapar banget nih! seru Ain

“Ayo! Aku mengiakan ajakannya. Aku juga lapar banget nih tapi kita tunggu saja sampai makan siang sedikit lagi juga pulang”. Di tengah-tengah pelajaran, Mutoharoh menyebarkan selembar kertas yang berisi pengumuman ajakan.

Baca lebih lanjut

THE CORPS OF LIFE COORDINATOR 06

I.            DEFINISI

Bagian kepramukaan adalah bagian yang bertugas dan bertanggung jawab atas jalannya kegiatan kepramukaan di Pondok Pesantren Daar El-Qolam.

II.            FUNGSI

Bagian kepramukaan berfungsi untuk menegakkan dan menghidupkan suasana kepramukaan di ruang lingkup pesantren.

III.           TUGAS

  1. Bertanggung jawab atas jalannya program kerja.
  2. Bertanggung jawab atas kelancaran dan efisiensi kegiatan yang mencakup kepramukaan.
  3. Bertanggung jawab atas stabilitas organisasi Gerakan Pramuka Koordinator.

Baca lebih lanjut

Hari yang ku jalani di dalam kelas ku tercinta ini, sungguh membingungkan. Hanya berharap, semua dapat bersatu, semua dapat merasakan satu sama lain. Saling menghargai, sehingga timbulah keharmonisan di dalam kelas ku ini.Namun, itu hanyalah sebuah impian belaka dalam fikiran kami. Setelah satu masalah selesai, masalah yang lain pun tiba. Hingga tak bosan-bosannya kami merasa tak betah berada di kelas.

Hingga akhirnya, sepuluh bulan telah kita lalui bersama, telah kita rasakan bersama dan terjalinlah kisah kasih senang dan duka diantara anggota kelas ku ini, kelas 4 A (HYSTERIA). Tepat pada bulan maret yang lalu, terjadi rusuh yang tak jelas, akibat dari pada sebuah acara kelas yakni, KRITIKAN. Sampai suatu waktu, aku mengambil alih kelas sesaat di depan kelas.

“Iskandar, kenapa?koq diam aja di kelas? ada masalah dengan kelas?”, Tanya diriku kepadanya dengan rasa penasaran.

“Enggak! enggak kenapa-kenapa! kenapa gitu?”, tanyanya heran kepada ku.

“Terus, kenapa diam aja? apa gara-gara kritikan yang kemaren?”, Tanya ku kembali pada dirinya.

“Enggak! Lagi pula ngapain sih anak cowok ngambek gara-gara kritikan doang! enggak etis banget!”, Jawabnya dengan suntuk.

Baca lebih lanjut