Daar el Qolam 2

Karekteristik Pondok Pesantren Daar el-Qolam

Pondok Pesantren Daar el-Qolam adalah salah satu jenis pondok pesantren yang mengembangkan sistem pendidikan pondok modern (khalaf). Para santri selain dididik dan diajarkan ilmu pengetahuan agama, juga dibekali ilmu-ilmu pengetahuan umum yang menggunakan sistem dan kurikulum sekolah. Yang lebih penting dari itu adalah penanaman disiplin hidup dan disiplin dalam beribadah. Dengan demikian para santri diharapkan mempunyai wawasan dan pengetahuan yang seimbang antara ukhrawi dan duniawinya.

Karakter lain dari Pondok Pesantren Daar el-Qolam adalah prinsipnya yang bebas (independen), tidak terikat dengan satu aliran atau golongan sosial keagamaan (ormas) atau politik manapun. Jargonnya adalah berdiri di atas dan untuk semua golongan. Daar el-Qolam juga mengajarkan nilai-nilai Islam yang santun, moderat, toleran, dan inklusif.

1. Sistem Pendidikan dan pengajaran di Pondok Pesantren Daar el-Qolam

Sistem pendidikan dan pengajaran yang diterapkan di pondok ini adalah sistem pendididikan sekolah. Lebih dari itu, dengan menyadari bahwa hakikat pendidikan bukan sekedar pembinaan intelektual saja, tetapi pendidikan juga harus menyentuh kepada aspek emosional dan spiritual. Maka dalam aplikasinya sistem pendidikan dan pengajaran di Pondok Pesantren Daar el-Qolam berada pada dua jalur, yakni jalur ajar dan jalur didik (asuh). Kedua jalur tersebut melangkah bersama untuk menuju misi dan tujuan yang dicita-citakan, yang tertuang dalam PANCA JIWA dan MOTTO PONDOK.

Panca Jiwa Pondok Pesantren Daar el-Qolam adalah lima falsafah hidup yang mesti tertanam dalam jiwa setiap penghuni pondok yakni :

1. Keikhlasan

2. Kesederhanaan

3. Berdikari

4. Ukhuwah Islamiyah

5. Kebebasan

Panca Jiwa Pondok itu dilapisi dengan tujuan dasar lainnya yang tertuang dalam 4 Motto yakni :

1. Berbudi Luhur

2. Berbadan Sehat

3. Berpengetahuan Luas

4. Berfikiran Bebas

Kedua prinsip dasar di atas yang membentengi setiap program dalam aktivitas santri Pondok Pesantren Daar el-Qolam, baik dalam jalur ajar maupun dalam jalur didik (asuh). Jalur ajar dan jalur asuh masing-masing dipimpin oleh dua orang direktur yang bertanggung jawab langsung kepada pimpinan pesantren yakni Direktur Bidang Pengajaran dan Direktur Bidang Pengasuhan Putra Berikut ini sekilas penjelasan mengenai jalur ajar dan jalur didik (asuh).

4.1. Jalur Ajar

Jalur ini secara spesifik menangani proses belajar dan mengajar atau berfungsi sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam membina aspek intelektual santri Pondok Pesantren Daar el-Qolam. Jalur ini juga mempunyai wewenang untuk mengkaji, mengembangkan dan meningkatkan sistem dan metode belajar dan mengajar. Di bawah kendali Direktur Bidang Pengajaran jalur ini mempunyai beberapa bagian sebagai berikut :

1. Bagian Pengembangan Kurikulum

2. Bagian Pengajaran dan Administrasi Sekolah

3. Bagian Pengawasan Kegiatan Belajar dan Mengajar

4. Bagian Pembinaan Bidang Studi

5. Bagian Kajian Kitab Salaf

6. Bagian Pengawasan Tilawatil Qur’an

7. Bagian Laboratorium dan Perpustakaan

8. Bagian Pepustakaan

9. Bagian Pembinaan dan Pengawasan Ibadah

10. Bagian Penggerak Ibadah

11. Bagian Kesehatan

12. Bagian Kepramukaan

4.2. Jalur Asuh

Setiap jalur ajar, jalur asuh pun mempunyai peranan yang penting. Jalur ini berfungsi membina mental dan kepribadian santri, mengawal pelaksanaan disiplin hidup dan berorganisasi santri. Jalur ini dipimpin oleh Direktur Bidang Pengasuhan. Berikut jajaran-jajaranya.

1. Kepala Bagian Disiplin

2. Kepala Bagian Ibadah

3. Kepala Bagian Bahasa

4. Kepala Bagian Kesehatan

5. Kepala Bagian Perlengkapan dan Pemeliharaan Sarana

6. Bagian Kepramukaan

Semua bagian-bagian di atas bertanggung jawab langsung kepada direktur. Sedangkan untuk pengeloaan administrasi, pengembagan minat dan bakat, dikelola oleh bagian-bagian yang bertanggung jawab langsung kepada pimpinan pondok pesantren. Bagian-bagian ini disebut non-struktural yakni :

1. Bagian Ekstrakurikuler

2. Bagian Kesenian

3. Bagian Olahraga

4. Bagian Kaligrafi

5. Bagian Marching Band

6. Bagian Keputrian

7. Bagian Tabungan Siswa

8. Bagian Percetakan dan Toko Buku

9. Bagian Wisma

10. Bagian Keterampilan

11. Bagian Seni dan Tilawah al-Qur’an (Jamiyyah al-Qurra)

2. Fasilitas Penunjang

Di Pondok Pesantren Daar el-Qolam tersedia fasilitas-fasilitas yang mendukung berlangsungnya proses pendidikan dan pengajaran. Pemeliharaan dan pengembangan sarana-sarana tersebut berada di bawah masing-masing direktur. Di antara fasilitas-fasilitas itu adalah :

1. Masjid

2. Asrama guru dan santri

3. Ruang Belajar

4. Perpustakaan

5. Laboratorium (Fisika, Biologi, Kimia, Komputer dan Bahasa)

6. Perkantoran

7. Balai Kesehatan

8. Wisma

9. Ruang Pertemuan

10. Sarana Olahraga

11. Koperasi dan Kantin

12. Toko Buku

13. Kendaraan Operasional

3. Arah dan tujuan pendidikan Pondok Pesantren Daar el-Qolam

Arah dan tujuan pendidikan adalah mutlak harus dimiliki. Sehingga kebijakan dan langkah yang dibuat selalu dalam upaya mencapai tujuan tersebut. Dalam hal ini, Daar el-Qolam dalam pendidikannya memiliki dua tujuan, yaitu ; Tujuan Kemasyarakatan dan Tujuan ibadah melalui pencarian ilmu (thalab al-ilmu).

6.1. Tujuan Kemasyarakatan

Dalam tujuan ini, segala apa yang akan dijumpai dan akan dialami di masyarakat kelak, itulah yang akan diajarkan kepada santri. Segala tindakan dan pelajaran, bahkan segala gerak-gerik yang ada di pondok ini, semuanya akan ditemui dalam perjuangan hidup atau dalam masyarakat,. Dengan kata lain pesantren umpama miniature masyarakat atau dunia kecil. Gambaran nyata kehidupan, tempat santri belajar hidup sebelum hidup pada dunia yang sebenarnya.

Untuk itu pesantren membekali mereka dengan berbagai macam ilmu, bukan hanya secara teoristis tetapi juga secara praktis dengan memberi tanggung jawab dan terus berinovasi mencari dan menciptakan. Seperti menanamkan mental bekerja dalam diri santri; dari mulai membersihkan kamar, menjadi imam shalat, mengurus dan memimpin atau menjadi pelaksana sebuah kegiatan (event organizer).

Dalam upaya ini diharapkan apabila mereka nanti terjun dalam masyarkat apapun bentuk masyarakatnya, akan tumbuh rasa peraya diri dan dengan mudah beradaptasi. Begitu juga dalam menekuni berbagai profesi yang ada.

6.2. Tujuan Ibadah dalam mencari Ilmu

Dalam hal ini Pondok Pesantren Daar el-Qolam menanamkan dalam diri santrinya keyakinan untuk menuntut ilmu dengan niat yang suci yaitu ibadah memenuhi perintah Allah SWT, untuk menjadi generasi yang beriman, bertaqwa dan haus ilmu (mukmin, mutaqiin, dan rasikhin fi al-ilm)

Upaya pesantren dalam menciptakan cendikiawan yang berjiwa santri, tidak hanya berhenti pada semangat tidak adanya dikotomi ilmu lebih dari itu pada aplikasinya Daar el-Qolam mengadopsi sistem pelajaran sekolah ke dalam kurikulumnya, dan mewujudkannya dalam tindakan serius membina mata pelajaran tersebut dengan tetap menjaga pengetahuan agama dan bahasa yang sudah menjadi ciri khas pesantren modern.

Diawali dengan membuka jurusan IPA dan IPS, yang terus disempurnakan setiap tahun, seperti pembinaan khusus pada materi-materi MAFIKIB dengan menyempurnakan sarana pendukung seperti laboratorium, juga rekruitmen tenaga pengajar yang sesuai dengan kopetensinya. Upaya yang lebih besar lagi yang terus digarap sampai saat ini adalah pembukaan kelas unggulan yang dengan titik orientasi kepada penelitian (reseach).

Dengan upaya ini pesantren diharapkan dapat menjadi basis dasar dalam menciptakan perkembangan teknologi dalam pelbagai bidang seperti pertanian, teknologi informasi, analis kimia, fisika dan sebagainya. Sehingga setiap santri nantinya memiliki pelbagai peluang dan kesempatan, serta sarana dasar untuk mengembangkan bakat dan minatnya.

4. Tenaga Pendidik

Guru di Pondok Pesantren Daar el-Qolam atau biasa dipaggil ustadz/ustadzah adalah tenaga pendidik dan pengajar yang berpengalaman dalam dunia pendidikan pondok pesantren (alumni pondok pesantren). Mereka mendidik dan mengajar materi-materi yang menjadi cirri khas pondok pesantren yakni kajian keislaman. Adapun untuk materi-materi umum diasuh oleh guru-guru yang berasal dari lulusan perguruan tinggi baik negeri mahupun swasta.

Semua guru-guru itu tinggal dan hidup bersama santri dalam satu kawasan pondok pesantren. Para guru dan santri berasal dari pelbagai propinsi di Indonesia, sehingga tampak komunitas yang majemuk dan multikultur. Berikut ini adalah latar belakar pendidikan (educational bagkground) para guru di Pondok Pesantren Daar el-Qolam :

1. Pondok Pesantren Daar el-Qolam, Gintung

2. Pondok Pesantren Modern Darussalam, Gontor

3. Universitas Indonesia (UI), Jakarta

4. Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta

5. Universitas Pertanian Bogor (IPB), Bogor

6. Univwersitas Pendidikan Indonesia (UPI)

7. Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta

8. Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, Bandung

9. Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Jogjakarta

10. IAIN Sultan Maulana Hasanudin Banten, Serang

11. Perbanas

12. STAI/STIE La Tansa Mashira

13. ISID Gontor

14. Universitas Muhamadiyah Jakarta

15. Universitas Tirtayasa, Serang

16. Universitas Trisakti

17. Universitas Borobudur

5. Aktifitas Santri

Aktivitas santri terbagi dalam kategori harian dan mingguan sebagai berikut :

04.00 – 05.00 : Bangun pagi, shalat subuh berjamaah.

05.00 – 06.00 : Pendalaman bahasa Arab/Inggris.

Pengkajian kitab salaf (khusus santri tingkat Aliyah/SMA)

06.00 – 06.45 : Mandi, sarapan pagi, persiapan belajar formal.

07.00 – 08.30 : Belajar Formal.

08.30 – 09.00 : Istirahat.

09.00 – 10.30 : Belajar Formal.

10.30 – 10.45 : Istirahat.

10.45 – 12.15 : Belajar Formal.

12.15 – 13.45 : Sholat Dzuhur berjamaah, makan siang.

13.15 – 15.45 : Belajar Formal.

15.45 – 17.00 : Sholat Ashar berjamaah.

17.00 – 17.30 : Makan sore.

17.30 – 18.30 : Sholat Mahgrib berjamaah, pengajian al-Qur’an terpimpin.

19.00 – 20.00 : Sholat Isya berjamaah.

20.00 – 22.00 : Belajar bersama wali kelas.

22.00 – 04.00 : Istirahat

v Minggu malam, pukul 20.00 s.d 21.30 public speaking dalam bahasa Arab

v Kamis malam, pukul 20.00 s.d 22.00 public speaking dalam bahasa Inggris & Indonesia

v Senin, pukul 14.00 kepramukaan dan keputrian

v Pada hari Jum’at, santri tidak belajar secara formal

Sekian sekedar informasi yang dapat saya sampaikan, untuk mengatahui selengkapnya silakan kunjungi www.daarelqolam.ac.id

TERIMA KASIH