PMB (Panitia Makan Baso)

Tengah hari ini, pondok pesantren seakan membara. Matahari berpijar di tengah-tengah petala langit seumpama lidah api yang menjulur dan menjilat-menjilat bumi. Tapi, semua itu tidak membuatku malas untuk masuk kelas karena aku harus belajar, apalagi sekarang jam pelajaran kelima . Waktu sebentar lagi untuk beristirahat.

Ketika aku melangkah ke kelasku yang berada di ujung Ulul Albab 201. Terdengarlah suara yang sudah akrab di telinga memanggil ku, saat ku menoleh benar juga, si pemilik suara itu, Ain, sahabatku. Dia berteriak memanggilku dengan suara yang lantang .

“Atul, kita makan yuk aku lapar banget nih! seru Ain

“Ayo! Aku mengiakan ajakannya. Aku juga lapar banget nih tapi kita tunggu saja sampai makan siang sedikit lagi juga pulang”. Di tengah-tengah pelajaran, Mutoharoh menyebarkan selembar kertas yang berisi pengumuman ajakan.

Baca lebih lanjut