Do you know????

Tahukah kamu salah satu suku pedalaman yang masih bertahan di pulau jawa ini? Ada yang tahu?…Yupz… sekarang kita akan membahas keunikan suku Baduy yang berada di daerah Rangkasbitung tepatnya di daerah Ciboleger. Nama Baduy sebenarnya diambil dari nama gunung yang berada di daerah Ciboleger sana. Sehingga, masyarakat memanggil suku pedalaman tersebut dengan SukuBaduy. Luas daerah Baduy adalah 5.136,8 Hkm, sedangkan penduduknya berjumlah 11.173 jiwa dengan 2.000 kepala keluarga. Suku Baduy, memiliki ciri khas dalam berpakaian. Pada Baduy luar, mereka telah terkontaminasi oleh masyarakat pada umumnya dan telah merespon moderenisasi yang ada. Sedangkan, pada Baduy tengah, mereka memiliki ciri khas dalam berpakaian terutama bagi wanita menggunakan kain tenunan berwarna biru. Sedangkan, pada Baduy dalam, mereka memiliki dua warna untuk pakaian mereka yaitu, hitam dan putih. Dan pada kaum laki-laki ciri khas mereka yang sudah dewasa menggunakan kain di kepala atau yang disebut Bengkeut.

Perbedaan dari Suku Baduy luar, dalam, dan tengah sangatlah mencolok terlihat.Dilihat dari pekerjaan perempuan, pada Baduy dalam perempuan pergi keladang pada pagi hari untuk bekerja tepatnya mereka berangkat pada pukul 03:00 WIB, sehingga keberadaan perempuan jarang terlihat dan susah di temukan pada pagi hari. Sedangkan, pada Baduy tengah, pekerjaan yang di lakukan perempuan lebih terlihat, yakni menenun.

Adanya perbedaan Baduy luar dan dalam sangatlah bermanfaat bagi mereka. Baduy luar adalah sebagai penghubung pemerintahan untuk mendampingi Baduy dalam namun, dalam hal ini Baduy dalam akan tetap mempertahankan adat-istiadat yang mereka miliki. Hukuman yang mereka gunakan berupa bentuk lisan yang diturunkan secara turun temurun oleh nenek moyang mereka. Hal terpenting lain, mereka tak beragama islam ataupun Kristen. Namun,mereka beragama Sunda Wiwitan dan mempercayai akan nabi Adam as dan nabi setelah nabi Adam as. Dalam rangka acara pun mereka memiliki bacaan-bacaan yang telah menjadi pedoman mereka dalam hal lain yaitu tahlil. Selain itu mereka juga menggunakan dua kalimat syahadat.Hanya saja, kata “Muhammad SAW” mereka ganti dengan nabi yang mereka percayai yaitu nabi Adam as.

Nah, teman-teman ini adalah kehidupan pada Suku Baduy. Mereka sama dengan kita, namun yang membedakan dengan kita ialah bahwasannya mereka tak ingin menerima dan merespon moderenisasi yang telah ada. Mereka akan selamanya mempertahankan ajaran dan adat istiadat yang telah di ajarkan oleh nenek moyang mereka dan yang telah menjadi adat tradisi mereka sampai saat ini.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Posted by Fajrydzhilly

Terima Kasih telah berkunjung, Silakan tinggalkan komentar jika ada Kritik & Saram !!!